Indikator
  • Undercontruction

KPK akan Awasi Dinasti Politik di Pilkada 2018

Home / Politik / KPK akan Awasi Dinasti Politik di Pilkada 2018
KPK akan Awasi Dinasti Politik di Pilkada 2018 (Kanan) Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)

BATAMTIMES, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengawasi betul dinasti politik di Pilkada 2018. Sebab, dinasti politik ini berpotensi tinggi terjadinya tindak pidana korupsi.

"KPK memperhatikan serius terhadap dinasti politik," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Menurut Basaria, KPK tidak melarang adanya politik atau kepala daerah turun- menurun jika dilakukan secara transparan dan akuntabel.

"Intinya apabila orang tua atau anak menjadi kepala daerah atau pejabat negara tidak melakukan tindak pidana korupsi," tegasnya. 

Basaria menyatakan penyidik KPK akan menindak tegas pejabat negara maupun kepala daerah yang terlibat korupsi dengan menerapkan pasal pencucian uang untuk memiskinkan koruptor.

Diketahhu, dinasti politik menjadi sorotan publik usai KPK menangkap Walikota Kendari Sulawesi Tenggara Andriatma Dwi Putra bersama bapaknya yang menjadi calon gubernur Sulawesi Tenggara Asrun. Bapak dan anak itu terjaring OTT KPK Rabu (28/2/2018).

Keduanya menjadi tersangka dugaan penerima suap dari pihak swasta untuk pendanaan kampanye pencalonan kepala daerah. Andriatma menggantikan Asrun sebagai Walikota Kendari yang telah bertahta selama dua periode atau 10 tahun. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com