Indikator
  • Undercontruction

Usai Lebaran, Pemuda Tani HKTI Kepri Siap Dilantik

Home / Peristiwa - Daerah / Usai Lebaran, Pemuda Tani HKTI Kepri Siap Dilantik
Usai Lebaran, Pemuda Tani  HKTI Kepri Siap Dilantik Ketua DPK Pemuda Tani HKTI Kepri, Irawan. (FOTO: Ali Mahmud/TIMES Indonesia)

BATAMTIMES, BATAM – Pelantikan pengurus Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), direncanakan akan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri (Lebaran).

Demikian disampaikan Ketua Pemuda Tani HKTI Kepri, Irawan.  Ia mengatakan, pelantikan Dewan Pimpinan kabupaten / kota se Provinsi Kepri Pemuda Tani HKTI (DPK Pemuda Tani HKTI) masa bakti 2018-2023, akan digelar di Gedung Daerah Provinsi Kepri di Tanjungpinang. 

"Insya Allah pelantikan nantinya dilakukan oleh Ketua Umum DPP Pemuda Tani HKTI, Ibu Rina Saadah Adisurya," ungkap Irawan, Rabu (14/6/2018).

Irawan mengatakan, pelantikan ini diharapkan dapat terjadi konsolidasi yang baik dari Pemuda Tani  HKTI tingkat pusat hingga desa. Sehingga usulan yang diberikan oleh petani nantinya dapat dikoordinasikan dan direalisasikan.

Selain itu, lanjut Irawan, dengan hadirnya Pemuda Tani HKTI di Kepri ini, sekaligus menepis adanya keraguan masyarakat terhadap petani muda. Bahwa hadirnya  pemuda tani di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang carut marut, akan memastikan petani muda dapat diandalkan.

"Ini sebuah tantangan cukup berat yang dihadapi oleh pemuda tani. Untuk itu, bila sudah dilantik nantinya, diharapkan harus betul-betul kita menggerakkan hasil pertanian agar lebih bermanfaat bagi masyarakat," ungkap Irawan.

Dikatakan Irawan, yang terpenting setelah pelantikkan nanti yakni segera melakukan konsolidasi hingga ke tingkat paling bawah. Dengan begitu, kata dia, akan lebih mudah untuk memadukan program yang ada di tingkat pusat. Tentu ini akan bermuara kepada kesejahteraan masyarakat pada umumnya, dan khususnya masyarakat petani yang ada di Kepri ini. 

Sebelum dilantik, tambah Irawan, pihaknya sudah menyusun susunan kepengurusannya. Ia berharap, nama-nama yang sudah ada di dalam kepengurusan inti itu, nantinya mampu menjalankan tugasnya dengan baik. 

Menurut Irawan, rendahnya minat kaum muda menggeluti sektor pertanian boleh jadi karena masih minimnya pengetahuan terhadap anak-anak muda tentang manfaat dan keuntungan menjadi petani.

"Kondisi ini harus direspons dengan membuat pelatihan dan pendidikan pertanian yang efektif dan efisien. Karena boleh jadi mereka ogah jadi petani karena belum tahu manfaat dan keuntungannya," tambahnya.

Irawan mengajak segenap kaum muda Indonesia untuk mencintai dunia pertanian karena sektor tersebut merupakan sektor vital. Petani merupakan salah satu elemen ketahanan nasional dalam bidang pangan.

"Pertanian itu sektor vital. Apalagi 40 persen rakyat Indonesia bekerja dan mengadu nasib di sektor itu. Sebagai negara agraris, pemerintah harus  serius menggarap sektor ini. Anak-anak muda harus didorong masuk ke sektor ini. Pemerintah harus mampu meyakinkan bahwa pertanian adalah sektor yang menjanjikan," beber Irawan. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com