Indikator
  • Undercontruction

37 Kapal Tebakar di Pelabuhan Benoa Bali, 8 Terselamatkan

Home / Peristiwa - Daerah / 37 Kapal Tebakar di Pelabuhan Benoa Bali, 8 Terselamatkan
37 Kapal Tebakar di Pelabuhan Benoa Bali, 8 Terselamatkan Kapal ikan KM Cilcap Jaya Karya yang saat ini sedang di Police Line di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan. Rabu (11/7/2018). (FOTO: Khadafi/TIMES Indonesia)

BATAMTIMES, DENPASARKebakaran kapal ikan di  dermaga barat Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Senin (9/7/2018) lalu mulai diidentifikasi polisi. Dari data yang dimiliki Kapolsek Benoa Kompol Ni Made Sukerti, ada 37 kapal terbakar dan 8 kapal yang terselamatkan. 

"Kalau data kami, untuk kapal itu ada 37 (terbakar) dan ada 8 (kapal) yang diselamatkan. Artinya tidak terbakar hanya sedikit saja, dan masih bisa beroperasi. Jadi jumlah keseluruhannya ada 45 kapal," ungkapnya pada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) saat ditemui di dermaga barat Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (11/7/2018).

Menurut Kapolsek, untuk data pastinya berapa kapal yang terbakar tersebut, masih menunggu seluruhnya kapal bisa dipadamakan dan disesuaikan dengan data dari perusahaan dan tentunya di lapangan. 

"Mudah-mudahan dengan cepat dapat dipadamkan semua. Sehingga data yang fix yang sesuai dengan perusahaan dan sesuai dengan kondisi di lapangan," imbuhnya. 

Kapolsek juga menjelaskan, untuk 8 kapal yang selamat itu pada saat kejadian memang berderet dengan kapal yang terbakar. Namun, masih bisa digeser hingga bisa diselamatkan. Selain itu, untuk kapal yang terbakar tersebut memang pada saat itu sedang bersandar di dermaga dan siap berlayar. 

Sementara untuk 14 saksi-saksi dari KM Cilcap Jaya Karya yang merupakan titik awal api kebakaran. Kapolsek menerangkan, sampai saat ini para saksi masih dilakukan pemeriksaan dan masih diamankan di Mapolsek Benoa, Bali. 

"Kalau ABK ada 8 orang, penjaga mesin 2 orang, dan mualimnya 2 orang dan juga Kapten. Walupun tidak ada ditempat, namun tetap kami memintai keterangan apa yang dia (Kapten) lakukan sebelum kejadian, dan semuanya yang ada di kapal itu adalah saksi," jelasnya. 

"Kalau dari keterangan saksi, iya fokusnya di mesin itu. Karena dalam kapal itu ada 3 mesin. Pertama satu mesin induk, kedua mesin kapal dan ketiga mesin pendngin dan lampu. Mesin pendingin dan lampu inilah yang hidup waktu itu," tambahnya. 

Sementara untuk saat ini, tim forensik Polda Bali masih melakukan indentifikasi atau olah TKP di KM Cilacap Jaya Karya, yang sudah menjadi bangkai kapal. Namun, untuk saat ini dibantu oleh warga dan perusahaan untuk menguras air yang ada di dalam kapal tersebut.

"Kalau kapal itu di Police Line, karena kapal itu adalah awal dari titik api. Sehingga itulah yang kami fokuskan. Untuk dari Labfor sendiri kemarin sudah turun, karena  air didalam kapal penuh tidak bisa melanjutkan. Makanya saat ini kita keluarkan dulu airnya," ujarnya. 

"Untuk selanjutnya kita bisa tindak lanjuti kembali. Nanti apa yang bisa ditemukan dan apa yang hasil dari identifikasi. Kita saat ini, fokus mengeluarkan air dari kapal yang pertama terbakar. Kalau target kita, lihat dulu hasil labfor seperti apa, sebenarnya maunya kita secepatnya kalau tidak ada hambatan," sambung Kapolsek. Sebelumnya, kebakaran kapal ikan minggu lalu itu terjadi di pelabuhan Benoa, Bali. (*)

Berita Terkait

Komentar

Top
Tim.my.id Wawanita.com satriamedia.com