Mengenal Tradisi 'Ningkuk' Budaya Perkenalan Bujang Gadis

Home / Berita / Mengenal Tradisi 'Ningkuk' Budaya Perkenalan Bujang Gadis
Mengenal Tradisi 'Ningkuk' Budaya Perkenalan Bujang Gadis Gambaran tradisi Ningkuk di Muba (FOTO: Istimewa)

TIMESBATAM, PALEMBANG – Tak seperti biasanya rumah tersebut ramai dengan muda-mudi. Pada Rabu, 11 Desember 2019 mereka berkumpul dan di rumah sohibul hajat Herdoni Syafriansyah seorang penggiat budaya di Kayu Ara, Musi Banyuasin.

Cangkir beras atau selendang telah disediakan untuk diedarkan dengan diiringi musik. Selama musik diputar maka selendang juga terus beredar sampai suatu saat musik akan dihentikan oleh pemandu (moderator).

Saat musik berhenti berputar, selendang pun juga harus berhenti beredar. Siapa saja saat itu memegang selendang pada saat musik berhenti, kepadanya akan di berikan "hukuman" seperti menari berpasangan, merayu lawan jenis, berpantun,  dan lain sebagainya.

tradisi-Ningkuk-2.jpg

Itulah Ningkuk yang merupakan sebuah tradisi pertemuan muda-mudi pada malam menjelang acara resepsi pernikahan di Musi Banyuasin,  Sumatera Selatan.

Yoyong Amilin selaku moderator acara mengajak yang hadir agar sejenak melupakan hiruk -pikuk dunia maya. Sebaiknya kita kembali ke akar jati diri kita sebagai manusia sosial di kehidupan nyata.

"Mari kita kembali bergembira, merawat tradisi lama yang telah hampir punah. Tradisi Ningkuk dengan penuh suka cita dan mari kita jauhi pesta pesta yang bukan budaya kita seperti pesta  dengan organ tunggal malam hari yang sering diduga sebagai tempat penyebaran narkoba oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan meracuni bujang gadis Muba himbaunya kepada muda-mudi yang hadir acara ningkuk," ajaknya dengan gembira.

tradisi-Ningkuk-3.jpg

Kabid Kebudayaan, H. Muardi, S.Pd, MM Disdikbud Musi Banyuasin mengatakan melestarikan tradisi Ningkuk ini, banyak nilai positif. Dalam kegiatan Ningkuk muda-mudi ini yang bisa dipetik seperti unsur bersosialisasi, bertanggung jawab, kecekatan.

"Tentu saja sebagai fungsi rekreasi dan dengan melestarikan budaya dan mencintai budaya kita dan jati diri kita selaku warga," ujarnya.

Lanjutnta, dengan budaya dan adat istiadat  tentunya memberikan edukasi yang positif kepada generasi muda yang lain.

"Dan yang penting sebagai ajang mendapatkan jodoh dan kenalan baru bagi muda mudi atau bujang gadis kita, dan giat Ningkuk ini sangat positif," katanya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com