Alasan Sultan HB X Dukung Penghapusan UN

Home / Berita / Alasan Sultan HB X Dukung Penghapusan UN
Alasan Sultan HB X Dukung Penghapusan UN Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. (FOTO: Antara/Regina Safri)

TIMESBATAM, YOGYAKARTA – Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mendukung rencana Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, terkait penghapusan UN (Ujian Nasional) dan akan menggantinya dengan assessment program kepada para siswa untuk menentukan kelulusan.

Menurut Sultan, rencana tersebut memang cukup bagus. Karena sebenarnya pelajar tersebut dididik untuk bebas sehingga pola pikir dari pelajar ini jangan dipenuhi dengan ideologi dan oleh kepentingan-kepentingan seseorang yang sebenarnya tidak memberikan ruang untuk berargumentasi.

“Jadi kebebasan itu diperlukan di dalam membangun, mendapatkan ilmu pengetahuan,” tuturnya, Jumat (13/12).

Lanjut Sultan, aspek ideologi dan sebagainya itu jelas harus diajarkan. Tetapi untuk mencapai ilmu pengetahuan dan teknologi, para siswa memang harus diberi kebebasan. Dan jangan digerakkan atau diatur sedemikian rupa.

Terlebih, kata Sultan, sekarang guru saja sudah berfungsi lain. Sehingga untuk memerdekakan siswa, maka ruang tersebut sudah ada. Jika dulu, guru itu harus mengajar murid, terserah siswanya memahami atau tidak, guru tetap pada pola pikirnya guru. Namun begitu siswa belajar Teknologi Informasi (TI), guru tidak berfungsi mengajari murid lagi, tetapi pendamping murid.

“Karena ke sekolah dalam screen yang ada di dalam TI itu. Jadi fungsi guru hanya pendamping, ora minteri murid (tidak menggurui). Berarti di sini adanya dialog, menambah pengetahuan,” paparnya.

Pemprov DIY sendiri sudah mencoba menerapkan hal tersebut dengan program Professor Go To School. Dengan program ini harapannya orang yang tidak guru SMA tetapi professor-professor itu ia minta untuk terjun menjadi guru SMA.

Harapan Sultan, dengan program Professor Go To School ini dapat menambah pengetahuan para siswa sebelum masuk ke jenjang perguruan tinggi. Sehingga di dalam menentukan pilihan masuk jurusan kampus, maka para siswa tidak keliru.

“Jadi kalau mau masuk ke perguruan tinggi, tidak keliru menentukan jurusan. Kalau keliru kan nanti bisa DO (Drop Out),” tambahnya.

Oleh karena itu, DIY siap jika rencana penghapusan UN tersebut akan dilaksanakan di tahun 2021 mendatang. Karena sekarang SD dan SMP sudah menggunakan komputer semua, hal ini berarti siswa SD ataupun SMP sudah dididik untuk menentukan pilihannya sendiri.

“Berarti di Jogja dengan assessment menjadi berkelanjutan. Bukan hal yang baru lagi, karena fasilitas sudah dibuka jauh sebelumnya,” kata Sultan HB X terkait wacana penghapusan UN. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com