Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur Sumber Daya Air, Ini Strategi Menteri Basuki

Home / Berita / Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur Sumber Daya Air, Ini Strategi Menteri Basuki
Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur Sumber Daya Air, Ini Strategi Menteri Basuki Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat orasi ilmiah penanugerahan gelar Doktor Kehormatan dari ITB Bandung, Kamis (16/1/20). (FOTO: Iwa/TIMES Indonesia)

TIMESBATAM, BANDUNG – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochammad Basuki Hadimuljono menerima Gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) di bidang pengembangan, pembangunan dan pengelolaan insfrastruktur, di Aula Barat Kampus ITB, Jl Ganesa Bandung, Kamis (16/1/2020).

Pada orasi ilmiahnya Basuki menyampaikan makalah “Mengejar Ketertinggalan infrastruktur Sumber Daya Air, Meningkatkan Daya Saing Bangsa.” Basuki mengaku orasi tersebut merupakan pengalaman Kementerian PUPR dalam mengelola Sumber Daya Air Indonesia, agar dengan tingkat profesionalisme yang tinggi mampu menjadi salah satu pilar penunjang upaya menuju Indonesia Maju.

"Saya mengajak kepada Bapak/Ibu sekalian, untuk memahami tentang arti penting air, tantangan- tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air, kebijakan-kebijakan dan penerapan kebijakan tersebut yang telah, tengah dirancang dan akan diterapkan guna meningkatkan daya saing bangsa," kata Basuki mengawali orasinya.
 
Menurut menteri, diperlukan terobosan-terobosan untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk dan tuntutan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mengejar ketertinggalan.

"Untuk mencapai ketahanan pangan, tantangan yang kita hadapi adalah efisiensi penggunaan dan peningkatan produktivitas pemakaian sumber daya air yang kita miliki. Untuk itu pengembangan lahan-lahan irigasi baru dan modernisasi sistem irigasi yang telah kita miliki perlu terus kita lakukan," tandasnya.

Kementerian PUPR, kata Basuki, akan terus ikut berperan bersama dengan seluruh komponen bekerja keras dalam memperbaiki kondisi Daerah Aliran Sungai serta meningkatkan kualitas air, membangun lebih banyak tampungan air, termasuk di dalamnya melaksanakan revitalisasi danau, situ dan badan-badan air lainnya. 

Demikian juga upaya pemeliharaan dan operasi bendungan agar waktu layanannya tetap panjang, termasuk upaya-upaya memperkuat bendungan agar tetap aman terhadap trend intensitas kegempaan yang semakin tinggi dan debit banjir maksimum yang lebih besar.

Untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur sumber daya air dan meningkatkan daya saing bangsa dengan tetap menerapkan Pengelolaan Terpadu Sumber Daya Air serta menuju Pengelolaan Cerdas Sumber Daya Air, Kementerian PUPR harus melakukan strategi yang tidak biasa. 

"Ada lima strategi pokok yang merupakan praktek lapangan yang sejauh ini telah diterapkan Kementerian PUPR dan masih terus perlu kita kembangkan," ungkap Basuki.

Strategi pertama, penyusunan program-program kegiatan yang tersistem (sistemik), dengan baik dan fokus. Menurutnya tersistem yang dimaksud tidak hanya terkait siklus pembangunan, mulai dari Survey, Investigation, Design, Land Acquisition, Construction, Operation and Maintenance (SIDLACOM). Namun yang juga sangat penting adalah memastikan agar semua infrastruktur yang dibangun bisa berfungsi dengan baik dan memberikan outcome yang dirancang. 

Hal ini sebagai contoh bisa dilihat dari sistem pengendalian banjir. Pengendalian tidak hanya ditekankan tidak hanya di bagian badan sungai, namun juga harus menyangkut pengendalian air limpasan dan laju erosi di Daerah Aliran Sungai, pengendalian debit di masing-masing anak sungai dan sungai utama, serta pengendalian di ruas sungai bagian hilir, termasuk muara. 

"Penerapan sistem pemrograman ini bisa kita lihat pada pengendalian banjir Sungai Citarum," sebut Basuki.

Dengan keterbatasan sumber daya yang ada, Kementerian PUPR harus secara bertahap fokus pada kegiatan-kegiatan prioritas dan tuntas, bukan penyamarataan besaran alokasi anggaran, agar manfaat dari pembangunan infrastruktur tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat dan langsung menunjang pertumbuhan ekonomi. 

"Sebagai contoh pada pembangunan sebuah bendungan harus tuntas hingga pembangunan Instalasi Pengolah Air Minum dan jaringan distribusinya, pembangkit listrik, dan saluran-saluran irigsai ke daerah layanan irigasi termasuk pencetakan sawah. Setelah pembangunan dimaksud tuntas, baru berpindah ke kegiatan pembangunan yang lain. Hal ini yang kami sebut sebagai fokus pemrograman," tutur Basuki.

Strategi kedua, lanjut menteri, pengambilan keputusan yang cepat dan berani mengambil resiko. Pengambilan keputusan cepat menurutnya bisa dicontoh dari bagaimana Wakil Presiden Jusuf Kalla waktu itu mengambil keputusan dalam pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT). Keputusan ini diambil sesaat setelah Jusuf Kalla melakukan peninjauan lapangan melalui helikopter terhadap dampak banjir besar yang melanda DKI pada tahun 2007. 

"Beliau berani mengambil resiko biaya pembangunan BKT yang cukup besar, karena secara intuisi pun kita semua tahu bahwa kerugian akibat banjir dan keamanan masyarakat nilainya jauh lebih besar daripada biaya pembangunan yang diperlukan," ungkap Basuki.

Contoh lain adalah saat pengambilan keputusan pengendalian banjir Citarum Hulu yang selalu terjadi setiap tahun. Pro dan kontra terkait pengemprasan Curug Jompong atau pembuatan terowongan tidak pernah diputuskan. 

"Setelah mendengarkan keuntungan dan kerugian dari masing-masing pendukung maupun penolak rekayasa di Curug Jompong, Kementerian PUPR memutuskan untuk segera melakukan pembangunan Terowongan untuk mengendalikan banjir Citarum Hulu. Manfaat hasil keputusan cepat dengan memperhitungkan resiko-resiko yang mungkin terjadi, bisa kita lihat pada pengendalian banjir di akhir tahun 2019 yang baru lalu," papar Basuki. 

Jika kita selalu terkungkung oleh tuntutan rasio keuntungan- kerugian, maka sulit bagi kita untuk membangun Indonesia Bagian Timur. Namun demikian, dengan tujuan penyeimbangan wilayah, sebagai contoh Kementerian PUPR memutuskan untuk membangun tujuh bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tanpa ketersediaan air dari bendungan-bendungan tersebut, pembangunan yang lain tidak akan berjalan.

"Strategi ketiga adalah pelaksanaan yang didukung oleh team work yang solid dan irama kerja Rock and Roll. Memperhatikan tugas yang kami emban cukup penuh tantangan, maka Kementerian PUPR harus mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki oleh bangsa ini," tandas Basuki.

Kementerian PUPR melibatkan para penyedia jasa baik konsultan maupun kontraktor, tenaga ahli dari perguruan tinggi, lembaga- lembaga pembiayaan, serta menerapkan inovasi di bidang pembiayaan. Masing-masing stakeholder tersebut diberi tanggungjawab yang dirinci dalam hal desain, besar alokasi biaya, jadwal pelaksanaan dan standar pelaksanaan yang harus dipenuhi.
 
"Memperhatikan waktu yang tersedia untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur tidak banyak, maka seluruh tim harus bekerja dalam satu irama : Rock and Roll, dalam arti kami harus bekerja 24 jam yang dibagi dalam tiga shift, dan tujuh hari dalam satu minggu," ungkapnya.

Untuk menjaga agar semua tim tetap bersemangat, Basuki dan seluruh jajaran Kementerian PUPR secara bergantian memeriksa dan mengawal pekerjaan di lapangan hingga tengah malam, bahkan pagi hari. Terkait dengan pelaksanaan ini, Kementerian PUPR mendapat suntikan semangat langsung dari Presiden Jokowi. 

"Rule of thumb yang dipakai adalah jika Bapak Presiden melakukan kunjungan lapangan satu kali, maka Menteri PUPR minimum melakukan pemeriksaan lapangan harus dua kali. Selanjutnya, Dirjen terkait harus melakukan pemeriksaan dan pengawasan lapangan, melakukan evaluasi progres dan memecahkan masalah langsung di lapangan, minimum empat empat kali," bebernya.

Strategi keempat adalah pengawasan yang detail dan konsisten. Walaupun untuk setiap kegiatan pembangunan sudah melibatkan Konsultan Pengawas, namun demikian pengawasan internal terhadap kemajuan pekerjaan, kesesuaian desain dan penyelesaian permasalahan tetap harus dilakukan oleh Menteri hingga Pejabat Pembuat Komitmen. 

"Pengawasan dilakukan untuk memastikan bahwa semua penyedia jasa yang terlibat, antara lain kontraktor dan sub-kontraktor bekerja sesuai dengan yang digariskan (desain, mutu, dan waktu penyelesaian), maka kami harus memeriksa hingga ke unit yang terkecil," terangnya.

Untuk mempercepat waktu pelaksanaan dan mencapai mutu pekerjaan yang tinggi, sebagian besar pekerjaan pembangunan infrastruktur dibagi dalam beberapa bagian. Masing-masing bagian dilaksanakan oleh beberapa sub-kontraktor dan spesialis serta didukung oleh beberapa workshop. 

"Kesalahan ataupun keterlambatan dari satu bagian akan mempengaruhi penyelesaian pekerjaan pembangunan secara keseluruhan. Prinsip yang kami tekankan adalah tidak ada ruang bagi sekecil apapun kesalahan," tegas menteri.

Tidak hanya pada penyedia jasa, konsistensi dan integritas terhadap waktu, mutu dan biaya yang dikeluarkan juga ditekankan pihaknya kepada penanggungjawab terendah di lapangan hingga pejabat penanggungjawab dan pembina tertinggi.

"Sebagai contoh, sistem pengawasan ini kami terapkan pada proyek pengendalian banjir Semarang di mana kami harus memeriksa hingga workshop perakit pompa-pompa banjir," sebutnya.
 
Strategi kelima, adalah memastikan dan menjamin infrastruktur yang dibangun di Indonesia didesain, dibangun, dioperasikan dan dipelihara sesuai standar-standar yang berlaku. "Perlu kita sadari bersama, saat membangun infrastruktur antara lain bendungan, pada saat yang sama kita juga menginvestasikan potensi resiko kebencanaan yang harus diminimalkan dan dikelola dengan baik," ujar Basuki.

Salah satunya adalah risiko akibat bencana hidro-meteorologis dan kegempaan. Untuk menjamin bahwa risiko dan keamanan bendungan telah diperhitungkan dan didesain sesuai dengan kriteria bendungan besar, sebelum tahun 2015, Kementerian PUPR telah memiliki Komisi Keamanan Bendungan Besar yang anggota-anggotanya wakil-wakil praktisi, wakil Kementerian PUPR, dan ahli-ahli terkait. Demikian strategi yang disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com