Jurnalis Ajak Masyarakat Memerangi Hoaks Lewat Foto

Home / Berita / Jurnalis Ajak Masyarakat Memerangi Hoaks Lewat Foto
Jurnalis Ajak Masyarakat Memerangi Hoaks Lewat Foto Para pemateri tengah memberikan pemapran dalam diskusi anti-hoaks di Jember. (FOTO: Moh. Aidi/TIMES Indonesia)

TIMESBATAM, JEMBER – Diskusi melawan hoaks atau berita bohong digelar oleh Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember  di Cafe and Resto Tipis-Tipis, Minggu, (8/4/2018). Diskusi yang mengambil tema bertajuk Foto Jurnalis Melawan Hoaks tersebut dihadiri oleh para jurnalis, mahasiswa, dan umum.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Jember Herwan Agus Darmanto, serta fotografer senior Maleachi Marinsib Palinggi menjadi para pemateri dalam diskusi tersebut. 

Herwan Agus Darmanto dalam pemaparan materinya  mengatakan bahwa untuk tanggung jawab melawan hoaks tidak hanya jatuh kepada pemerintah maupun aparat. Tanggung jawab tersebut, menurutnya, jatuh kepada seluruh masyarakat di berbagai lapisan.

Fotografi-Jurnalistik.jpg

"Berita hoaks atau bohong bisa menimbulkan isu SARA dan bisa memecah belah golongan," tegas Herwan.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan bahwa foto karya jurnalistik yang diambil oleh fotografer atau jurnalis dari lokasi liputannya dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bahkan,  dia menuturkan bahwa sebuah foto jurnalistik yang apik dapat menyampaikan informasi yang lebih mendalam daripada tulisan dengan ribuan kata, karena sebuah foto jurnalistik akan menciptakan berbagai persepsi dari orang yang melihatnya.

"Gambar (foto jurnalistik, Red) sangat penting dan adanya narasi mendukung terhadap foto tersebut. Keduanya harus saling menguatkan," kata Kusworo.

Karena itu dia berharap adanya foto serta narasi karya jurnalistik dari profesi wartawan dapat ikut memberikan sumbangsih bagi upaya memerangi hoaks. Karena tidak sedikit foto karya jurnalistik yang disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks di masyarakat.

Selain itu, Kusworo menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir agar ketika menerima sebuah berita yang belum diketahui kebenarannya dapat mengecek kebenaran atau keasliannya terlebih dahulu.

"Saya minta tolong kepada kawan-kawan sebagai agen anti-hoaks untuk mengingatkan temannya agar tidak terprovokasi ketika ada berita hoaks," himbaunya.

Sementara itu, Maleachi Marinsib Palinggi menerangkan bahwa penyebaran hoaks yang begitu massif melalui media sosial salah satunya disebabkan oleh perilaku masyarakat yang masih malas untuk memfilter berita-berita maupun foto yang dia bagikan (share) di media sosial. Padahal, berita maupun foto tersebut belum jelas kebenarannya.

Karena hal tersebut, mantab fotografer Reuters tersebut menghimbau masyarakat untuk tidak sembarangan menyebarkan atau menayangkan sebuah berita atau foto agar tidak menimbulkan hoaks, yang mengakibatkan dampak negatif di tengah-tengah masyarakat. "Jika ingin menyebarkan foto (atau berita, Red) maka harus berfikir seribu kali apakah foto itu bermanfaat atau tidak," ujar pria yang akrab disapa Crack tersebut. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com