Jadi Juara LPSA, Begini Kiprah PSM Socialite FISIP Unej

Home / Pendidikan / Jadi Juara LPSA, Begini Kiprah PSM Socialite FISIP Unej
Jadi Juara LPSA, Begini Kiprah PSM Socialite FISIP Unej Kelompok PSM Socialite FISIP Unej saat mengikuti Lomba Paduan Suara Antar Fakultas. (FOTO: Istimewa)

TIMESBATAM, BONDOWOSO – Kelompok Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Socialitice Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) keluar sebagai juara umum dalam Lomba Paduan Suara Antar Fakultas (LPSAUniversitas Jember yang digelar pada Jumat kemarin (20/4/2018). Bagaimana kiprahnya?

Ketua Kelompok PSM Socialitice Wandaruni Bulan Riskita, kepada Times Indonesia, mengatakan bahwa PSM tersebut terbentuk pada 2009 silam. Namun, baru benar-benar diresmikan pada 2014 atau empat tahun yang lalu.

Socialitice merupakan kependekan dari Sociale Political Voices. Yang artinya kira-kira suara mahasiswa sosial politik, sesuai dengan fakultas tempat mereka belajar.

Kelompok PSM ini juga punya jargon sendiri. Yakni Ohana, diambil dari bahasa orang Hawai yang artinya keluarga. 

"Karena di sini kami berkumpul sebagai keluarga yang punya hobi yang sama yaitu bernyanyi. Kamj asah kemampuan diri kami masing-masing untuk lebih baik, kemudian kami satukan untuk sebuah karya," tutur mahasiswi jurusan Administrasi Bisnis tersebut.

Dara kelahiran Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut mengungkapkan bahwa Kelompok PSM Socialitice merupakan petahana dalam perebutan juara umum dalam LPSA Universitas Jember yang baru usai Jumat kemarin. Sebab, dalam LPSA tahun lalu, mereka juga sukses meraih juara umum.

Namun Bulan mengatakan bahwa tidak mudah untuk meraih sekaligus mempertahankan gelar juara tersebut. Sebab mereka, tanpa terkecuali, harus berlatih keras.

Latihan menjelang perlombaan bahkan dapat dilakukan hingga empat kali dalam seminggu. Banyak yang dikorbankan oleh anggota Socialitice, salah satunya seperti waktu istirahat.

Anggota Socialitice juga harus menjaga kondisi tubuh agar selalu fit agar suara mereka tetap stabil.

"(Sebagai ketua, Red) saya harus bolak-balik ke ruang dekanat untuk mengurusi segala perlengkapan administrasi LPSA," terang mahasiswi angkatan 2016 itu.

Tidak hanya itu, kelompok yang saat ini memiliki sekitar 50 anggota dari berbagai jurusan di FISIP tersebut juga tidak jarang kekurangan dana untuk operasional maupun untuk kebutuhan mengikuti lomba. "Untuk menutupinya, iuran dari setiap anggota menjadi jurus pamungkasnya," ujarnya.

Namun semua pengorbanan mereka tidak sia-sia. Latihan keras yang mereka lakukan akhirnya dibayar lunas. Dalam LPSA tahun ini mereka akhirnya dapat mempertahankan gelar juaranya. 

"Saat itu, Socialitice menyanyikan dua lagu wajib yakni Hymne dan Mars Universitas Jember, dan lagu daerah berjudul Wak-Wak Gung aransemen Amilio Fahlevi," terang Bulan.

Suara merdu yang mendayu-dayu disajikan oleh Socialitice dengan sukses. Penonton memberikan tepukan tangan yang meriah. Tanda mereka puas. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Tags:

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com