Penghina Nabi Muhammad

Penghina Nabi Muhammad adalah Kader Partai Demokrat

Home / Berita / Penghina Nabi Muhammad adalah Kader Partai Demokrat
Penghina Nabi Muhammad adalah Kader Partai Demokrat Rhendra Kurniawan saat diamankan di Polres setempat (FOTO: Istimewa)

TIMESBATAM, SIDOARJO – Nama Rhendra Kurniawan pemilik akun Facebook yang mengunggah Video penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW diketahui merupakan kader Partai Demokrat, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Setelah pemberitaan Rhendra Kurniawan ramai disejumlah media online dan sejumlah media sosial (Medsos), DPC Partai Demokrat Sidoarjo langsung mengirimkan surat pengusulan pemecatan Rhendra sebagai kader Partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhono (SBY) itu.

Surat dikirim ke Pengurus DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Dalam surat yang dikirim DPC Partai Demokrat Sidoarjo itu, meminta agar kartu keanggotaan Partai Demokrat Rhendra Kurniawan dicabut.

Dalam surat tersebut juga menjelaskan, jika Rhendra Kurniawan menurut pengakuan keluarganya mengalami gangguan jiwa.

Tak hanya itu, alasan pencabutan kartu keanggotan partai yang dimiliki Rhendra Kurniawan karena telah mengunggah video hinaan terhadap Nabi Muhammad SAW di akun Facebook pribadinya yang viral di Medsos tersebut.

Diketahui, Rhendra Kurniawan merupakan anak dari Nunuk Lelarositawati anggota DPRD Sidoarjo dari Partai Demokrat. 

"Rhendra Kurniawan adalah anak dari Nunuk Lelarositawati Anggota DPRD Sidoarjo," jelas Ketua GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin, kepada TIMES Indonesia, Kamis (26/4/2018).

Ditanya terkait adanya surat dari DPC Demokrat Sidoarjo yang menerangkan bahwa Rhendra Kurniawan mengalami gangguan jiwa, Rizza menegaskan jika perkara ini sudah ditanggani pihak kepolisian.

Maka tegasnya, pihaknya selaku pelapor dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama yang dilakukan Rhendra Kurniawan menyerahkan sepenuhnya ke aparat penegak hukum.

"Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan di Polda Jatim, kami serahkan kasus ini sepenuhnya ke pihak Polda Jatim," katanya.

Benar atau tidaknya yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa katanya, biar penyidik Polda Jatim yang menerangkan.

"Intinya, GP Ansor Sidoarjo meminta kasus ini ditindak tegas sesuai Undang-Undang yang berlaku. Karena pelaku sudah jelas menghina Nabi Muhammad SAW dan agama. Dan memang sudah sangat pantas jika dikeluarkan jadi kader Partai Demokrat," pungkas Rizza. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com