Elektabilitas PSI Rendah, Grace Natalie Akan Genjot Dalam Setahun

Home / Berita / Elektabilitas PSI Rendah, Grace Natalie Akan Genjot Dalam Setahun
Elektabilitas PSI Rendah, Grace Natalie Akan Genjot Dalam Setahun Ketua Umum PSI Grace Natalie saat menghadiri rapat internal PSI. Bertempat di Kuta, Badung, Bali. Kamis (26/4/2018).(FOTO: Khadafi/TIMES Indonesia)

TIMESBATAM, DENPASAR – Ketua Umum PSI Grace Natalie tahun ini akan bekerja keras bersama kadernya untuk menaikkan elektabilitas PSI. Langkah itu ia lakukan karena beberapa lembaga survei menyebut elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) baru menyentuh angka 1,1 persen.

"Elektabiltas itu selalu berkaitan dengan tingkat pengenalan. Selama 3,5 tahun terakhir memang kami ini fokus membangun infrastruktur agar kita lolos verifikasi. Membangun partai politik di Indonesia, apalagi menjadi besar, itu syaratnya paling sulit di dunia. Itu juga diakui oleh Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem)," ucapnya, saat menghadiri rapat internal PSI di Kuta, Badung, Bali. Kamis (26/4/2018) malam. 

Menurut Grace, PSI sebagai partai pendatang baru yang tidak perna mempunyai pengalaman menghadapi pemilu memang sosialiasasinya masih belum banyak pada masyarakat.

"Kami kemarin fokuskan seluruh energi untuk dicurahkan lolos verifikasi. Kita lihat partai yang lama-lam saja tidak semudah itu lolos verifikasi. Oleh karena itu, memang sosialiasai belum banyak. Makannya tidak heran, kalau elektabilitas masi renadah karena tingkat ketidak kenalan publik masih sedikit," paparnya. 

Untuk meningkatkan elektabilitas PSI, Grace akan bekerja keras dalam jangka satu tahun ke depan. Selain itu, PSI untuk meningkatkan elektabilitas itu bisa karena selama ini partai PSI masih positif di publik. 

"Karena subtansinya PSI tidak punya masalah. Kalau menurut survei lanjutan salah satu lembaga kredibel bagi publik yang mengenal PSI responnya itu positif atau netral jadi kita tidak punya maslaah secara subtansi," katanya. 

Dalam kesempatan itu Grace juga menyampaikan bahwa PSI juga menyikapi isu Undang-Undang MD3. Termasuk Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang larangan mantan terpidana korupsi maju sebagai Calon Legislatif (Caleg).

"Menyikapi isu terkini Undang-Undang MD3 tidak ada satu partai pun yang menolak itu kecuali PSI. Kita ,sudah lakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK) yang masih sedang proses. Kemudian terkait dengan PKPU hanya PSI yang mendukung dan kami sudah datang audiensi ke KPU pusat menyampaikan dukungan itu secara resmi," ujar Ketua Umum PSI Grace Natalie. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com