DPC Partai Demokrat Sidoarjo Minta Maaf ke Umat Islam

Home / Berita / DPC Partai Demokrat Sidoarjo Minta Maaf ke Umat Islam
DPC Partai Demokrat Sidoarjo Minta Maaf ke Umat Islam Juana Sari ST, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sidoarjo saat memberi klarifikasi kepada jurnalis di Kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo. (FOTO: Rudi/TIMES Indonesia)

TIMESBATAM, SIDOARJO – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Sidoarjo, Juana Sari ST meminta maaf kepada masyarakat, khususnya umat islam atas unggahan video salah satu kader partainya Rendra Hadikurniawan yang dinilai sebagai penistaan agama.

"Kami mengecam keras terhadap semua tindakan penistaan agama, sara dan memecah keutuhan NKRI. Apalagi saya sendiri seorang muslim. Apa yang dilakukan Rendra tersebut salah dan patut ditindak tegas," kata Juana kepada jurnalis saat di Kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, Jum'at (27/4/2018).

Juana kemudian menjelaskan soal unggahan video yang dilakukan Rendra Hadikurniawan (39) di akun facebook pribadinya yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW. Menurut dia, Rendra mengalami depresi akibat faktor ekonomi dan masalah keluarga yang melilitnya.

Rendra Hadikurniawan, katanya, adalah  anak tunggal Nunuk Lelarosanawati, salah satu anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari fraksi Partai Demokrat yang masih aktif. "Rendra anak kesayangan, dia anak tunggal, kemana-mana selalu sama Ibunya yang seorang single perent atau janda," papar wanita berhijab ini kepada TIMES Indonesia.

Dia menambahkan, kelakuan aneh Rendra mulai nampak saat Nunuk Lelarosanawati sakit stroke parah sehingga membutuhkan biaya berobat yang tidak murah. Dia terpksa harus menjual rumahnya di Sidoarjo dan lainnya. Tak hanya itu, pernikahan Rendra pun gagal dan bercerai dengan istrinya.

"Faktor ekonomi dan ibunya sakit stroke parah yang membuat keluarga Rendra ada masalah ekonomi. Hal itulah yang membuat Rendra depresi, terpukul dan psikologisnya terganggu," imbuhnya.

Soal keanggotannya di partai Demokrat, Juana tidak menampik bahwa Rendra adalah kader Partai Demokrat Sidoarjo karena ibunya adalah anggota partai Demokrat juga.

"Karena ibunya anggota DPRD aktif dan dari Partai Demokrat, makanya Rendra mengikuti jejak Ibunya menjadi kader Partai Demokrat Sidoarjo," ungkapnya.

Karena Rendra dinilai mengalami kasus kejiwaan, kata Juana, maka sesuai ADRT Partai Demokrat Rendra harus diberhentikan dari keanggotan Partai Demokrat dengan menyabut KTA partai Demokrat.

"Kami menjaring banyak kader untuk menjadi anggota Partai Demokrat, tentunya sesuai ADRT Partai. Dalam ADRT Partai Demokrat jelas yakni kader harus warga Indonesia, sehat lahir batin, tidak menjadi ASN dan bukan dari partai politik lain. Atas hal itulah DPC Sidoarjo mengambil sikap tegas dengan menyabut KTA yang bersangkutan serta memberhentikan karena Rendra Hadikurniawan mengalami gangguan kejiwaan," tegas Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Sidoarjo ini. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com