AJI Jember: Polarisasi Media di Tahun Politik Ancam Kebebasan Pers

Home / Berita / AJI Jember: Polarisasi Media di Tahun Politik Ancam Kebebasan Pers
AJI Jember: Polarisasi Media di Tahun Politik Ancam Kebebasan Pers Aliansi Jurnalis Independen (AJI) (FOTO: Istimewa)

TIMESBATAM, JEMBER – Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember Friska Kalia memandang bahwa tahun politik dan keterlibatan media sebagai salah satu yang mengancam kebebasan pers. Keberpihakan media yang ambigu, membuat masyarakat kehilangan kepercayaan kepada media massa. Sehingga profesionalitas dan independensi jurnalis serta media massa kembali dipertanyakan.

Pandangan tersebut disampaikan AJI Jember sebagai refleksi Hari Kebebasan Pers Internasional yang jatuh tepat pada Kamis (3/5/2018).

Friska mengatakan, berkaca pada Pilpres 2014 silam, polarisasi media menjadi hal yang menyita perhatian publik. Menurutnya, hal tersebut akan kembali terulang pada Pilpres tahun 2019 dengan potensi konflik yang lebih tinggi.

"Salah satu contohnya adalah adanya permainan politik SARA dan potensi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dimana media punya peran besar dalam membentuk stigma tersebut," kata Friska dalam keterangan pers yang diterima Times Indonesia.

Karena itu, pihaknya mendesak agar media massa bersikap netral dan independen dalam memberitakan berbagai isu yang berkaitan dengan Pemilu baik Pilpres, Pilgub, maupun Pilbup.

"Ini sesuai Surat Edaran Dewan Pers tentang Posisi Media dan Imparsialitas Jurnalis dalam Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019," tegasnya.

Dia juga mendesak kepada para jurnalis agar tidak terlibat dalam politik praktis baik sebagai simpatisan atau tim sukses. Menurutnya hal tersebut melanggar UU Pers No 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. 

AJI Jember juga menyerukan agar semua pihak untuk menolak segala bentuk penyensoran, pemaksaan, dan penggiringan materi dan sudut pandang jurnalis dalam menulis. "Intervensi dari pihak manapun terhadap kerja jurnalis dan ruang redaksi mencederai kemerdekaan pers dan demokrasi," tuturnya.

AJI Jember, lanjutnya, juga mengingatkan partai politik, pasangan calon atau politisi untuk tidak menggunakan perusahaan media atau jurnalis sebagai corong sehingga pemberitaan menjadi tidak berimbang dan subjektif. Apalagi sampai melibatkan jurnalis aktif sebagai tim sukses baik secara struktural maupun nonstruktural. 

"Kami menyerukan kepada seluruh jurnalis di wilayah kerja AJI Jember untuk bersikap netral, independen baik terhadap penyelenggara Pilkada, pasangan calon, dan partai pendukung," ucap dia.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan bahwa AJI Jember bakal berada di garda terdepan untuk melindungi kebasan pers di kampus.

"Kerja Jurnalistik Pers Mahasiswa yang telah melalui proses verifikasi dan sesuai kaidah jurnalistik, perlu diapresiasi sebagai karya. AJI Jember menolak segala bentuk pembungkaman terhadap pers kampus," imbuhnya. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com