Lakukan Pungli, Kades di Gresik Berurusan dengan Polisi

Home / Berita / Lakukan Pungli, Kades di Gresik Berurusan dengan Polisi
Lakukan Pungli, Kades di Gresik Berurusan dengan Polisi Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro (Kanan) saat rilis yang dilaksanakan di Halaman Mapolres Gresik, Senin (7/5/2018) (FOTO: Akmal/TIMES Indonesia)

TIMESBATAM, GRESIK – Melakukan pungutan liar (pungli) kepada warganya soal pengurusan tanah, SE, Kepala Desa (Kades) Laban, Kecamatan Menganti, diamankan petugas kepolisian Polres Gresik.

Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, tersangka melakukan pungli untuk pengurusan surat tanah.

"Tersangka terbukti telah melakukan penyalah gunaan wewenang dengan melakukan pungutan liar terhadap warganya dengan dalih untuk pengurusan surat tanah," kata Kapolres, saat rilis yang digelar di Halaman Mapolres Gresik, Senin (7/5/2018). 

Padahal dalam undang-undang, tambah Kapolres telah diatur dan tidak diperkenankan meminta uang apa lagi memaksa sebab itu semua kepengurusan tidak dipungut biaya. 

Kapolres menyampaikan kasus ini berawal dari informasi masyarakat. Awalnya, korban berinisial S mau mengurus ketetapan wajib pajak dan bangunan milik almarhum bapaknya. Namun S dimintai biaya Rp 20 juta. 

Lantaran korban tidak punya uang sebanyak itu, akhirnya disepakati membayar Rp 10 juta. S awalnya membayar Rp 5 juta.

"Ketika mau mengambil surat tersebut ternyata tidak dikasih lantaran korban belum melunasi. Berawal dari informasi tersebut akirnya petugas melakukan penyelidikan dan ternyata tersangka benar adanya mengakui perbuatanya," ucapnya.

Atas perbuatan tersebut SE terbukti bersalah dan terancam pasal 12 huruf e dan pasal 11 UU RI nomer 20 tahun 2001 atas perubahan UU nomer 31tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi dengan ancaman paling lama 11 tahun. (*) 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com