IJTI Malang-Forkopimda Malang Deklarasikan Anti Hoax

Home / Berita / IJTI Malang-Forkopimda Malang Deklarasikan Anti Hoax
IJTI Malang-Forkopimda Malang Deklarasikan Anti Hoax Deklarasi anti hoax yang diselenggarakan IJTI Korda Malang Raya di Pendapa Agung Kabupaten Malang (FOTO: Widodo irianto/TIMES Indonesia)

TIMESBATAM, MALANG – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTIKorda Malang Raya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimdadeklarasi anti hoaks. Acara tersebut juga dilangsungkan diskusi dan bakti sosial donor darah. Hadir anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi.

Deklarasi yang digelar di Pendapa Kabupaten Malang, Selasa (8/5/2018) siang itu sukses digelar. Hadir seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Malang dan sejumlah kepala desa.

Acara dikemas lewat acara diskusi dan bakti sosial donor darah itu dibuka oleh Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna.

Deklarasi-Anti-Hoax-W-2.jpg

Hadir dalam acara itu, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Pembina IJTI Malang Raya, H Moch Geng Wahyudi SH dan sejumlah pejabat Pemkab Malang.

Ketua Korda IJTI Malang Raya, Edy Cahjono dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa banyak pihaknya yang memang belum banyak mengetahui apa itu IJTI.  "IJTI adalah organisasi atau wadah berkumpulnya teman-teman jurnalis televisi. Organisasi ini sama dengan organisasi wartawan lainnya seperti AJI dan PWI," katanya.

Sementara, Bupati Malang juga menyampaikan terimakasihnya atas upaya IJTI Malang Raya dengan upayanya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk melawan hoax.

"Siapapun yang hadir di sini adalah yang terdepan dan menjadi benteng melawan hoaks. Agar mampu menerima dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan masyarakat yang berkualitas dan berita tersebut diyakini kebenarannya," ujar Bupati Rendra.

Sebab, kata dia, masyarakat sekarang ini sudah saling dekat oleh teknologi. Bukan hanya antar desa tapi sudah sampai antar negara dalam hitungan detik.

Persoalannya, kata Rendra, sekarang ini banyak informasi yang beredar di tengah masyarakat tidak sekedar pembiasan saja, namun sudah melenceng dari kebenaran.

"Ada yang sengaja disetting salah dengan cara merekayasa kalimat dari fakta yang benar diolah menjadi seolah-olah salah. Begitu juga sebaliknya," tuturnya.

Itulah sebabnya, lanjut Rendra, semua yang hadir dalam acara itu diminta menyadari serta mampu membentenginya.

"Bukan soal manfaat untuk penerima berita, tapi bagaimana masyarakat menjadi aman dan nyaman di negara ini dengan berita-berita yang benar," ujarnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut para pejabat Forkopimda juga mendeklarasikan anti hoaks dan menandatanginya.

"Kepada para Kepala Desa se Kabupaten Malang yang hadir dalam forum itu, saya minta agar mampu memahami setiap informasi yang masuk ke pelosok-pelosok desa dan terdepan melawan berita hoaks," tegas Bupati Rendra(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com