Jelang Ramadhan, Harga Telur dan Daging Ayam di Probolinggo Naik 50 Persen

Home / Berita / Jelang Ramadhan, Harga Telur dan Daging Ayam di Probolinggo Naik 50 Persen
Jelang Ramadhan, Harga Telur dan Daging Ayam di Probolinggo Naik 50 Persen Salah satu pedagang ayam potong saat melayani pembeli di Pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo Jawa Timur. (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)

TIMESBATAM, PROBOLINGGO – Jelang bulan suci Ramadhan 1439 H, harga bahan pokok di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mulai marangkak naik. Diantaranya telur horn dan daging ayam potong. Bahkan, harga telur horn kenaikan harganya mencapai 50 persen.

Seperti halnya yang terjadi di salah satu pasar trasisional, yakni di pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Selasa (8/5/2018).

Untuk harga telur horn yang sebelumnya hanya berkisar Rp 16 ribu per kilogram, saat ini mejadi Rp 24 ribu perkilogramnya. Kenaikan harga yang cukup signifikan ini, sudah terjadi sejak 2 pekan terakhir.

Telur.jpg

“Baru sekarang ini harga telur yang naiknya mencapai 50 persen, sebelum-sebelumnya naik hanya mencapai Rp 20 hingga Rp 21 ribu.

Dan biasanya terjadi penurunan harga, sekarang malah kenaikan harganya bertahan,” ungkap Hj. Halimah (40), pedagang bahan pokok di pasar Semampir.

Ia mengaku, naiknya harga telur tidak mesti terjadi setiap menjelang Ramadhan, namun kali ini kenaikannya sangat tinggi. Dan menurutnya, kenaikan harga telur ini, belum diketahui pemicunya, yang jelas pengiriman telur masih lancer.

Sementara untuk harga daging ayam potong saat ini, terbilang signifikan. Pasalnya, harga daging ayam yang sebelumnya hanya mencapai Rp 28 ribu per kilogramnya. Saat ini naik menjadi Rp 35 ribu.

“Daging ayam potong harganya juga tinggi kenaikannya. Selain harganya naik, pengirimannya juga minim, karena memang menurut pemasok dari Surabaya, stoknya terbatas. Sudah sebulan terakhir daging ayam mahal hingga sekarang,” terang Robiatus (39) pedagang daging ayam potong.

Menurut para pedagang telur horn dan daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo, meski harganya meroket, namun tak menyurutkan pembeli untuk mengkonsumsi telur horn dan daging ayam potong, karena memang sudah menjadi kebutuhan masyarakat. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com