Soal Pembubaran HTI, Mahfud MD Sependapat dengan Hakim PTUN

Home / Berita / Soal Pembubaran HTI, Mahfud MD Sependapat dengan Hakim PTUN
Soal Pembubaran HTI, Mahfud MD Sependapat dengan Hakim PTUN Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESBATAM, JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sependapat dengan hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta terkait gugatan Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI

Diketahui, PTUN Jakarta menolak gugatan HTI terhadap Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang pencabutan status badan hukum organisasi tersebut.

"Soal dibubarkannya HTI saya tak punya pendapat baru. Pendapat sy sdh dimuat koran2, televisi, medsos. Isinya: sama dgn vonis hakim PTUN," kata Mahfud melalui akun twitter pribadinya di @mahfudmd, Selasa (8/5/2018).

Menurut profesor bidang Tata Negara ini, HTI memang dirancang untuk menolak paham Pancasila yang merupakan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kata dia, mereka berencana mengganti pemahaman Pancasila dengan konsep Khilafah.

"HTI itu memang sejak semula dirancang (untuk) menolak negara Pancasila," kata Mahfud saat menjadi pembicara dalam Dialog Solutif Gerakan Daulat Desa dengan tema 'Bangkitnya Kedaulatan dan Martabat Rakyat Dalam Demokrasi Pancasila' di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin kemarin. 

Mahfud menilai, langkah pemerintah membubarkan HTI tanpa proses pengadilan sudah benar. Sebab, bila suatu ormas ada sebuah kecacatan administratif, maka sudah sewajarnya bila pemerintah melakukan tindakan.

"Pengadilan ini menyatakan pembubaran HTI oleh pemerintah itu sudah sesuai dengan hukum yang berlaku," tutup Mahfud MD.

Atas putusan PTUN ini, HTI tetap berstatus ormas terlarang di Indonesia sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017 tentang pencabutan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-0028.60.10.2014 tentang pengesahan pendirian badan hukum perkumpulan HTI. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com