Wapres: Libur Lebaran Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi

Home / Ekonomi / Wapres: Libur Lebaran Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi
Wapres: Libur Lebaran Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi Wakil Presiden Jusuf Kalla (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESBATAM, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla meyakini penetapan libur dan cuti bersama lebaran tahun 2018 akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di dunia industri dan masyarakat.

"Banyak orang mengira kalau dibikin libur itu ekonomi macet, tidak. Justru akan banyak sisi ekonomi yang berjalan kalau libur. Liburan jalan, bayar. Ekonomi jadi jalan," katanya dalam sebuah diskusi Transportation Review 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (08/05/2018).

Terlebih lagi lanjut Jusf Kalla, saat momentum lebaran, masyarakat akan mendapatkan uang tambahan dari Tunjangan Hari Raya (THR). Sehingga, ini akan berdampak pada daya beli masyarakat secara signifikan. 

"Konsumsi menjelang lebaran bergerak, Toko-toko tidak tutup. Toko buka terus, Libur 10 hari tidak berarti toko juga tutup 10 hari. Libur itu tidak untuk seluruh bangsa. Tapi untuk PNS dan pegawai BUMN. Jadi Libur itu tidak ekonomi stagnan. Tapi malah meningkat," tegas Jusuf Kalla.

Sebelumnya, pemerintah telah memastikan jumlah hari cuti bersama dan libur Lebaran 2018, tetap berlangsung selama 10 hari, yakni pada 11-20 Juni 2018. 

Pemerintah mengaku telah mempertimbangkan sejumlah aspek mulai dari sosial, ekonomi dan lain-lain untuk mengeluarkan keputusan tersebut. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com