Jelang Ramdhan, Membawa Berkah bagi Penjual Bunga

Home / Ekonomi / Jelang Ramdhan, Membawa Berkah bagi Penjual Bunga
Jelang Ramdhan, Membawa Berkah bagi Penjual Bunga Yatini saat ditemui dilapaknya yang berada di depan TPU Bonawi, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. (FOTO: Erwin Wahyudi/TIMES Indonesia)

TIMESBATAM, BANYUWANGI – Menjelang Ramadhan, sejumlah tempat pemakaman umum (TPU) di Kabupaten Banyuwangi, ramai oleh masyarakat yang berziarah. Hal itu membawa berkah bagi penjual bunga yang mangkal di pintu masuk pemakaman.

Peziarah itu ingin mendoakan sanak keluarganya yang telah meninggal dunia. Seperti di TPU Bonawi, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Senin (14/5/2018).

Di sepanjang jalan depan pemakaman tersebut, dipenuhi para penjual bunga mawar dan kantil yang berjejer rapi.

Penjual bunga dadakan ini sudah menjadi tradisi dan muncul beberapa hari menjelang puasa yang selalu dicari warga untuk nyekar atau ziarah ke makam keluarga.

Pamtauan TIMES Indonesia, para penjuan menjual bunga dalam bentuk kantong kresek maupun dalam bentuk sudah dibungkus daun pisang untuk nyekar.

Mereka memang sengaja membuka lapak dan berjualan bunga musiman setiap menjelang puasa dan Lebaran.

Salah satu penjual bunga asal Dusun Petaunan, Desa Jajag, Yatini (72) menyebutkan dirinya mulai buka lapak bunganya sejak Jumat kemarin, menurutnya jika dibanding tahun sebelumnya pembeli ditahun ini dibilang menurun. 

“Sekarang lebih sepi, Sebab hari Jumat Legi yang biasa ramai muncul di seminggu sebelum puasa. Beda kalau pada tahun lalu yang ramai gara-gara Jumat Legi pas pada sehari sebelum puasa. Karena Jumat Legi itu jadi hari baiknya untuk nyekar ke kuburan,” ungkapnya.

Yatini mengungkapkan, harga untuk nyekar yang sudah dibungkus daun pisang ia jual Rp 2000 per bungkus.

Meski dengan keuntungan tak seberapa, namun momentum tahunan itu selalu mereka manfaatkan untuk mengais rezeki dengan berjualan kembang tabur. 

Kembang yang laris dibeli yaitu dari campuran bunga kenanga, mawar, melati. Biasanya tak jarang juga dicampur dengan rajangan daun pandan.

Sementara salah satu pembeli, Rahman, 35, warga Desa Wringinagung, mengaku selalu datang ke TPU Bonawi setiap menjelang puasa dan Ia terbantu dengan adanya penjual kembang tersebut, karena dirasa tidak perlu jauh-jauh untuk mencari penjual bunga. Cukup membawa uang secukupnya maka dapat membeli kembang dan nyekar di makam tersebut. 

“Kalau tidak ada penjual bunga didepan TPU saya sulit mencari bunga ditempat lain. Kalau begini kan jadi sejalan dan tidak perlu muter-muter lagi nyari penjual bunga,” tandasnya. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com