Reog Bulkiyo Blitar Masuk Terdaftar Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Home / Wisata / Reog Bulkiyo Blitar Masuk Terdaftar Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Reog Bulkiyo Blitar Masuk Terdaftar Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Pementasan Reog Bulkiyo pada Festival Panji di Aphiteather Kecamatan Nglegok kabupaten Blitar (FOTO: Istimewa)

TIMESBATAM, BLITARReog Bulkiyo Desa Wisata Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang ditetapkan melaui sidang Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

"Tahun 2019 ini ada dua yang masuk WTB, yakni tradisi budaya Larung Sesaji Pantai Tambakrejo dan tradisi kesenian Reog Bulkiyo dari Desa Kemloko," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Blitar, Suhendro Winarso, Kamis(17/10/2019).

Suhendro menjelaskan, salah satu yang menjadi prioritas penilaian warisan budaya tak benda adalah keberlanjutan dari kegiatan itu sendiri. Reog Bulkiyo sampai saat ini terus lestari dan kerapkali dipentaskan diberbagai acara.

"Yang menjadi prioritas utama penilaian yakni keberlanjutan kegiatan ini setelah bertahun-tahun dan menjadi tradisi, yang kedua tentunya kekhasan itu sendiri," terangnya.

Suhendro menambahkan, Kabupaten Blitar memiliki banyak upacara tradisi. Dua tahun yang lalu tradisi Siraman Gong Kyai Pradah di kecamatan Sutojayan juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

"Tahun depan kita usulkan tempat lain masih banyak pantai dengan upacara adat yang bisa ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Harapannya bisa terus dilestarikan dan bisa menambah daya tarik wisata budaya di Blitar," jelasnya.

Reog Bulkiyo merupakan tarian perang yang diciptakan oleh para prajurit Diponegoro sekitar tahun 1825. Pada masa itu kesenian Reog Bulkiyo merupakan media untuk latihan perang, namun seiring perkembangan zaman kesenian tersebut berfungsi sebagai sarana ritual, hiburan dan seni pertunjukan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com